SELAMAT DATANG! DI MESIAS , BULETIN GMAHK MERBABU

SELAMAT DATANG SAUDARA-SAUDARA YANG KEKASIH DI DALAM TUHAN! BLOG INI ADALAH BLOG GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH JEMAAT MERBABU
BLOG INI ADALAH REPRESENTASI DARI BULETIN GMAHK MERBABU YANG BERISI INFORMASI KESEHATAN, RENUNGAN, KESAKSIAN, INFORMASI UMUM, BERITA GEREJA DAN PEKABARAN TUHAN KEPADA ANDA SEMUA PARA PEMBACA!
SELAMAT MEMBACA DAN BAGIKAN KEMBALI KEPADA SAUDARA-SAUDARA YANG LAIN!
SEMOGA BLOG INI SEMAKIN MEMBANTU PEKERJAAN TUHAN MELALUI KITA HAMBA-HAMBANYA DI DUNIA INI. SAMBIL KITA MENANTIKAN KEDATANGANNYA YANG KEDUA KALI. HALELUYA. AMIN! TUHAN BESERTA KITA!

Senin, 07 Maret 2011

RENUNGAN PAGI ONLINE

RENUNGAN PAGI ONLINE 07 MARET 2011 - 13 MARET 2011

Renungan Pagi 07 Maret 2011

SANG AHLI STRATEGI

"Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena la berdiri di sebelah kananku, aku tidak :goyah " (Mazmur 16:8).

Saudara Andrew, begitu mereka memanggilnya. Pekerjaan Andrew adalah menyelundupkan Alkitab melalui apa yang dulu dikenal sebagai tirai besi Eropa. Suatu hari di tahun 1961 Saudara Andrew memuat Alkitab dalam mobi! Volkswagen tuanya dan menuju timur Holland bersama temannya, Hans. Sambil menempuh perjalanan panjang dan melelahkan, mereka berdoa agar Alkitab tersembunyi yang mereka bawa bisa sampai dengan aman ke tangan orang-orang percaya di Rusia.

Ketika melewati Polandia, jantung mereka berdebar, Bisakah mereka membawa muatan rahasia mereka melewati anjing-anjing penjaga dan senapan para penjaga perbatasan Soviet? Ya! Mereka berhasil! Dengan pujian haleluya dalam hati mereka, Andrew dan Hans bergegas menuju Moscow. Tiba di tempat tujuan, mereka mencari Gereja Baptis dan muncul di pertemuan doa Kamis malam.

Sekarang mereka harus benar-benar berhati-hati. Kepada siapakah mereka bisa mempercayakan barang selundupan mereka itu dengan aman? Mereka menduga bahwa KGB memiliki seorang informan di antara para hadirin. Kadang-kadang, bahkan para pendetanya mendapat tekanan untuk melaporkan para penyelundup Alki­tab. Diam-diam mereka berdoa meminta tuntunan. Setelah acara perbaktian Saudara Andrew dan Hans tetap tinggal di lobi, meneliti wajah-wajah 1.200 orang hadirin yang sedang menuju pintu keluar. Tiba-tiba mereka melihat dia, seorang pria kurus botak berusia 40-an tahun.

"Itu orangnya!" Hans berbisik. Saudara Andrew mengangguk. Dengan jantung berdebar, mereka mendekati orang asing itu dan dengan hati-hati memperkenalkan diri. Dan mereka mendapat kejutan besar! Pria itu telah datang jauh dari Siberia de­ngan harapan menemukan sebuah Alkitab untuk gerejanya. Sebenarnya, ia telah di-beri petunjuk dalam sebuah mimpi untuk mengadakan perjalanan panjang ke Mos­cow.

Pada awalnya ia ragu, karena Alkitab itu jarang ada. Namun mimpi itu menguatkan. Tanpa penundaan ia menurut. Setelah mendengar kisah menakjubkan itu, Hans berkata, "Anda diberitahu untuk datang ke arah barat sejauh 2.000 mil untuk mendapatkan sebuah Alkitab, dan kami disuruh pergi 2.000 mil ke arah timur, membawa Alkitab. Dan di sinilah kita, di Moscow malam ini, mengenali satu sama lain begitu kita bertemu." Saudara orang Siberia ini kegirangan-bahkan terlalu gembira. Mereka harus menenangkannya dengan cepat kalau tidak ia akan membongkar rahasia kemenangan mereka. Bisakah Anda bayangkan sukacita dalam hatinya ketika pulang ke rumah pada pagi berikutnya dengan selusin Alkitab yang berharga?

Allah adalah Sang ahli strategi. la menuntun para pencari kebenaran kepada para saksi kebenaran-Nya. Ketika kita datang kepada Dia dengan hati yang tulus, kita juga bisa mengetahui dengan pasti bahwa Dia akan menuntun kita. Dengan hati yang setia kita bisa menempatkan kehidupan kita di dalam tangan Allah.


Renungan Pagi 08 Maret 2011

PADA AKHIRNYA: YESUS

"Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya dilun-jukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, la telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes" (Wahyu 1:1).

Seniman dan kartunis Thomas Nast membuat prestasi menarik di pameran publik, la mengambil kanvas sepanjang enam kaki dengan lebar dua kaki, dan me-naruhnya secara horizontal pada sebuah kuda-kuda. Kemudian dia dengan cepat membuat sketsa suatu pemandangan dengan padang rumput hijau, ternak, ladang gandum, rumah pertanian, langit yang cerah, dan awan putih. Itu adalah satu peman­dangan indah yang biasa. Ketika ia bergeser ke samping, para penonton bertepuk tangan.

Kemudian Nast mulai mengoles warna-warna yang lebih gelap, seolah menutupi lukisan itu. Goresannya segera terkesan sembrono. la menodai langit yang cerah tadi, ladang dan padang rumput itu, Goresan warna-warna cat yang gelap melenyap-kan seluruh komposisi tadi. Seperti sesuatu yang'marah dan abstrak. Nast mundur dan menyatakan, "Sudah selesai." Penonton tidak mengetahui apa yang harus diper-buat. Apakah mereka harus bertepuk tangan atau menangis? Kemudian Nast meminta pengurus panggung membalikkan kanvas itu pada posisi vertikal. Dan tiba-tiba tampaklah sebuah lukisan yang menggambarkan air terjun indah tercurah dari atas tebing bebatuan yang gelap dengan semak belukardan pepohonan. Mempesona!

Gambaran akhir zaman bisa kelihatan menakutkan dan kacau, dengan semua kesengsaraan yang menimpa, sangkakala kematian berbunyi, dan malapetaka meng-hancurkan bumi. Itu bisa tampak seperti satu rangkaian awan gelap dan coretan di kanvas. Namun Yesus menjungkir balikkan gambaran itu. Dia menjungkirbalikkan planet. Yesus berdiri tegap sebagai Alfa dan Omega, sebagai Bintang Kejora, seba­gai Panglima tentara surga yang datang untuk menyelamatkan-itulah yang membuat gambaran zaman akhir itu begitu penuh kemenangan dan pengharapan.

Yesus adalah pahlawan buku Wahyu. Wahyu 4:11 menghadirkan Dia sebagai Pencipta Mahakuasa. Semua makhluk surga menyanyikan lagu pujian bagi Dia da-lam kata-kata ini: "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh ka-rena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan." Dalam Wahyu 5:6, Yesus ada­lah "Domba" yang disembelih. Dialah yang telah "membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat me­reka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi" (Why. 5:9). Di sinilah Kristus dari buku Wahyu adalah Juruselamat yang penuh kasih dan pengampunan. Dia adalah Hakim yang simpatik dan adil. Yang terbaik dari semuanya, Dia adalah Raja yang akan segera da-tang dengan penuh kemenangan. Yesus adalah permulaan dari semua sejarah dan akhir dari itu. Yesuslah yang menentukan segala sesuatunya menjadi benar. Pujilah nama-Nya.

Renungan Pagi 09 Maret 2011

LEBIH DARI PADA SEKADAR SEORANG MANUSIA

"Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada'" (Yohanes 8:58).

Bertahun-tahun silam, ketika Lew Wallace melayani sebagai ahli hukum di Ame-rika Serikat sebelah barat tengah, seorang teman ateis memberitahu dia bahwa da-lam waktu beberapa tahun maka semua gereja-gereja kecil yang tersebar di daerah pinggiran kota Indiana hanya akan menjadi kenangan. Wallace tidak tahu hendak berkata apa. la menyadari bahwa ia hampir tidak mengetahui apa pun tentang Allah dan Alkitab. la memutuskan untuk mempelajari sendiri hal itu. la meneliti Alkitab menggunakan keahlian hukumnya, dan mendapat kesimpulan yang benar.

Pada awalnya dia bermaksud untuk menganggap Yesus sebagai seorang ma-nusia yang luar biasa, namun hanya seorang manusia. Tetapi, ketika dia mempelajari latar belakang kehidupan Yesus dan melihat cerita dalam Injil, Wallace mulai melihat jauh lebih banyak daripada yang diperkirakan, lebih daripada sekadar manusia. Ma-kin banyak dipelajari, ia semakin yakin akan Keilahian Kristus. Dalam penelitiannya Wallace bukan hanya menemukan satu cerita, tapi ia menemukan Yesus. la memang melanjutkan kisah tentang Kristus, sebagian karena ia ingin mengekspresikan keya-kinannya yang baru, la menyebutnya Ben-Hur. Itu menjadi sebuah novel terlaris dan kemudian diubah menjadi salah satu film Hollywood terbesar.

Bagi Wallace, penemuan bahwa Yesus lebih daripada sekadar manusia me-ngandung arti yang membuat semua perbedaan. Jika Yesus hanya seorang pria, maka Dia adalah teladan kita dan sedikit lebih lagi. Jika Dia hanya seorang manusia, maka Dia tidak memiliki kuasa untuk menghapuskan dosa-dosa kita, mengubah ke­hidupan kita, atau membangkitkan kita dari kematian. Pertanyaan Yesus kepada para pimpinan keagamaan di zaman-Nya adalah salah satu dari yang paling nyata dibuat-Nya tentang diri-Nya sendiri. "Sebelum Abraham jadi [dilahirkan], Aku telah ada" (Yoh. 8:58). Ekspresi "Aku telah ada" berarti yang ada dengan sendirinya. Yang tidak ada permulaan dan akhir. Yang kekal. Ketika Allah yang Mahakuasa memperlihatkan kemuliaan-Nya kepada Musa di tengah semak belukar yang terbakar, la menyatakan nama-Nya adalah "AKU ADALAH AKU" (Kel. 3:14). Ekspresi yang diucapkan oleh Kristus llahi itu adalah satu deklarasi tentang siapa Dia bagi kita. Dia secara pribadi meyakinkan masing-masing kita:

AKU adalah pengampunan yang ada dalam pikiranmu.

AKU adalah jaminan yang dirindukan jiwamu.

AKU adalah kasih yang sangatdiinginkan hatimu.

AKU adalah kekuasaan yang menghancurkan perbudakan dosa.

AKU adalah pengharapan untuk mengangkat jiwamu.

AKU adalah penyedia setiap kebutuhan.

Apa pun yang Anda perlukan, Kristus llahi berkata hari ini, '"AKU"'-lah itu. Carilah Aku, dan engkau akan menemukan segala sesuatu yang kau rindukan"


Renungan Pagi 10 Maret 2011

TEMPAT YANG BISA MENJADI MILIKKU

"Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahnya ada lengan-lengan yang kekal. Ia mengusir musuh dari depanmu" (Ulangan 33:27).

Sesuatu terjadi di dalam diri saat pertama kali saya melihatnya. la melangkah di jalan dengan langkah kaki yang khas, matanya terpaku ke sisi jalan. Rambutnya yang kelabu dan kulit keriput yang kasar memperlihatkan tahun-tahun yang sudah ber-lalu. Namun ada sesuatu yang lebih lagi. Dia sudah termakan usia, letih, dan kotor, pakaiannya tak dicuci, dan rambutnya berantakan. Tubuhnya mengeluarkan aroma bau ketika ia mendorong kereta bekas belanja yang dipenuhi kantong plastik dan kardus. Saya biasa melihatnya di tengah komunitas kami di pinggiran Kota Thousand Oaks, California. Tiap kali saya merasakan kesedihan, putra saya yang sudah kuliah memberitahu bahwa dia berkeliaran tanpa tujuan dari Ventura ke Newbury Park, ke Thousand Oaks dan Westlake, dan kembali lagi. la tidak memiliki tempat tinggal, ti-dak ada tempat bernaung.

Saya tidak mengetahui situasinya yang pasti. Barangkali alkoholisme meng-habiskan semua uangnya. Barangkali ia mengalami gangguan jiwa. Barangkali dia dianiaya oleh orangtua atau suami. Apa pun penyebab dia menjadi tunawisma, kea-daannya menghantui saya. Inilah sebabnya. Di dalam masing-masing kita ada kebu-tuhan untuk memiliki satu tempat. Orang-orang yang tak punya rumah, tidak mempu-nyai tempat di mana pun. Anda mengetahuinya secara insting. Itulah sebabnya sulit memalingkan pandangan kita. Kadang-kadang, bahkan jika kita tinggal di sebuah rumah impian dengan empat kamar tidur yang indah, kita masih mendapati diri kita mencari tempat untuk merasa aman, untuk merasa nyaman.

Di seluruh Kitab Suci, Allah mengajak kita untuk menemukan rumah sejati kita di dalam Dia. Di dalam Dia kita menemukan tempat naungan, keselamatan, dan kea-manan. Dengarkan kata-kata meyakinkan ini: "Allah yang abadi adalah tempat perlin­dunganmu" (Ulangan 33:27). "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan" (Mazmur 46:1). Kita ini bukan pengembara yang tidak mempunyai rumah. Kita ini bukan manusiajalanan yang takdiinginkan. Kita ini bukan gelandangan yang gelisah. Ada satu tempat di dalam hati Kristus hanya untuk Anda. Anda dapat menemukan ke-nyamanan dan keamanan di dalam Dia. Di dalam Dia tidak ada lagi kerinduan yang menggelisahkan. Saya suka lagu pujian masa lampau gubahan Alice Pugh dan C. H. Forrest itu:

"Di dalam hati Yesus, ada kasih untukmu;

Kasih yang paling murni dan lembut, kasih yang paling dalam dan sejati; Mengapa engkau harus sendiri, mengapa mengeluh untuk persahabatan; Padahal hati Yesus, memiliki persediaan penuh?"

Di dalam Yesus kita benar-benar berada di rumah, dan tidak ada lagi kerinduan yang menggelisahkan.

Renungan Pagi 11 Maret 2011

KETIKA SUARA-SUARA MENUDUH DIDIAMKAN

"Sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu " (I Yohanes 3:20).

Yohana adalah seorang pengusaha wanita yang sukses di pertengahan usia 80-an. Dia memiliki pekerjaan yang bagus, rumah mewah, dan keluarga yang bahagia. Namun sesuatu menggerogoti di dalam dirinya. la gelisah, tidak puas, dan merasa bersalah. Rasa bersalah akan masa lalu, menghantuinya. Suara-suara yang menu-duh di dalam kepalanya sepertinya tidak pernah diam. Kehamilan yang tak diingin-kan yang menuntun kepada aborsi masih sangat menyusahkannya. Hubungan yang retak menyebabkan trauma emosi yang terus-menerus. Kegagalan moralnya ketika masih menjadi seorang wanita muda, selalu bersamanya. Yohana kadang-kadang bertanya-tanya, akankah saya memiliki kedamaian?

Di sinilah kebenaran tentang kasih Allah itu mengagumkan: Kasih-Nya lebih be­sar daripada kegagalan-kegagalan kita. Kasih karunia-Nya lebih besar daripada dosa kita. Kemurahan hati-Nya lebih besar daripada kesalahan-kesalahan kita. Pengam-punan-Nya bisa mendiamkan suara-suara menuduh di dalam pikiran kita.

Kristus datang untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Hanya orang-orang berdosa yang memenuhi syarat untuk kasih karunia-Nya. Hanya mereka yang jatuh yang perlu diangkat.

Pikirkan Maria Magdalena. la berulang kali gagal. Maria itu terkenal dengan ke-merosotan moralnya. Bahkan Yesus menyatakan, "Dosanya banyak" (Luk. 7:47). Ba-gaimanapun juga, perzinaan ini mendapat pengampunan di dalam Yesus.

Pikirkan Petrus. la menyangkal Tuhannya tiga kali. Murid yang akan berkhotbah kepada ribuan orang pada hari Pentakosta, secara terbuka mengutuk, bersumpah, dan menyangkal Tuhannya, namun ia mendapat pengampunan.

Kemurahan hati Allah tidak mengurangi dosa; namun memaksimalkan kasih karunia Allah. Ada pengampunan bagi Maria dan Petrus dan seorang pencuri yang sekarat. Ada pengampunan bagi Anda dan Yohana juga. Suara-suara menyalahkan bisa didiamkan. la terlalu mengasihi kita untuk membiarkan kita tersesat tanpa ber-juang untuk menyelamatkan kita. Kasih-Nya masih ada di sana membujuk hati kita. Akankah Anda berserah kepada kasih-Nya hari ini?

Renungan Pagi 12 Maret 2011

MENYAMPAIKAN PEKABARAN

"Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa" (Roma 5:8).

Sebuah lukisan yang mempesona tergantung di Galeri Sen! Nasional di Wash­ington, D.C. Dalam satu pemandangan Perang Dunia II yang menggugah seniman-nya, menggambarkan sebuah medan perang dengan dua kelompok tank bergerak menuju satu sama lain. Dua divisi kekuatan sekutu sedang menyerang tentara Nazi. Tank-tank itu sedang menembakkan senjata mereka. Pasukan di daratan sedang ber-perang hebat. Satu orang tentara di tengah gambar itu menangkap perhatian Anda. Dua pasukan tentara Sekutu telah dipisahkan satu sama lain. Sebuah peluru musuh menembus saluran komunikasi telepon mereka. Di tengah tembakan hebat seorang tentara yang sedang sendirian bertanggung jawab memperbaiki saluran telepon yang rusak itu. Tangannya terulur di atas kepalanya saat memperbaiki kawat itu.

Tepat setelah ia menyelesaikan pekerjaannya, rentetan tembakan merobek me­nembus seragamnya, dan dadanya bersimbah darah. Sang seniman memilih satu kata untuk menjelaskan gambar itu: Tembus. Seorang tentara menyerahkan hidup-nya agar pesan bisa sampai. Komunikasi dibuat kembali!

Seorang Manusia tergantung di salib, tergantung antara langit dan bumi agar pekabaran itu sampai. Allah mengasihi Anda! Seorang malaikat yang memberon-tak menyatakan hukum Allah itu tidak adil. Malaikat ini berkata bahwa Allah itu se-wenang-wenang dan persyaratan-Nya tidak adil. la menyatakan bahwa Allah tidak benar-benar mengasihi ciptaan-Nya. -

Salib menjawab sanggahan Setan yang paling keras itu secara mengesankan. Salib menyatakan dua kebenaran abadi: Betapa mematikannya dosa itu dan betapa baiknya Allah itu. Dosa menghancurkan Manusia yang tidak berdosa yang pernah hidup itu. Dosa membunuh Anak Allah. Dosa menghancurkan semua orang yang bermain dengannya. Dosa itu mematikan. Jika itu begitu buruk sehingga membunuh Yesus, tidakkah kita harus mempertimbangkan bahwa itu bisa menghancurkan kita juga, jika kita merangkulnya?

Salib menyatakan sungguh luar biasanya kebaikan Allah itu. Menyatakan kasih-Nya yang menakjubkan. Salib berbicara secara mengesankan kepada seluruh alam semesta tentang Allah yang memiliki kasih tanpa batas. Allah yang memiliki kasih yang cukup panjang untuk menyelamatkan kita. Pekabaran Allah sampai menembus salib. Surga menghargai Anda begitu besar, sehingga Yesus sendiri mau menerima semua hukuman dosa untuk menyelamatkan Anda. Itu tidak mudah dimengerti, na-mun tetap benar. Yesus lebih suka menerima hukuman penuh dosa itu sendiri, mes-kipun bila itu berarti perpisahan kekal dari Bapa, daripada kita hilang. la sendiri lebih suka kehilangan surga daripada kehilangan kita.

Saya tidak bisa menolak kasih itu. Yang bisa saya lakukan adalah menyerah pada kasih yang berbicara dari salib dan menyembah Dia selamanya.


Renungan Pagi 13 Maret 2011


TIDAK LAGI DIHUKUM

"Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu" (Mazmur 32;1, 2).

Di akhir tahun 1960-an, berita-berita Amerika berfokus pada para veteran yang kembali dari perang Vietnam. Namun seorang veteran dari peperangan lain juga kembali. Selama 25 tahun ia telah tersembunyi di pegunungan Filipina. Veteran Je-pang dari Perang Dunia II ini, yang masih berpakaian seragam yang sudah compang-camping, adalah satu contoh manusia yang lemah dan kurus. Selama 25 tahun dia hidup dalam ketakutan, tidak mengetahui bahwa peperangan telah berakhir. Terputus dari peradaban, ia mengembara di hutan dalam pengasingan, hampir tidak bisa ber-tahan hidup.

Ketika akhirnya didapati mengembara di hutan-hutan Filipina, ia sulit memper-cayai bahwa peperangan telah berakhir. la mengira bahwa berita-berita ini hanyalah siasat tipuan musuh.

Jiwa-jiwa terpenjara lainnya masih hidup di kamar-kamar gelap ketidakperca-yaan sekarang ini, membawa beban rasa bersalah. Namun peperangan itu telah ber­akhir. Yesus telah membebaskan para tahanan yang bersalah. Rasa bersalah yang tak diatasi bersifat merusak pada kesehatan fisik, mental dan rohani kita. Seperti batu kerikil di dalam sepatu kita, itu akan melukai hati nurani kita kecuali ditanggulangi.

Kadang-kadang suara-suara menyalahkan di dalam diri bisa menyiksa kita se-perti Iblis. Ada satu cara untuk mengatasi rasa bersalah. Ada gunanya menyadari bahwa ada sedikitnya tiga jenis rasa bersalah. Ada rasa bersalah yang timbul karena saya tidak mencapai tujuan yang telah saya tentukan untuk saya sendiri, atau saya gagal mencapai harapan orang lain. Kedua, ada rasa bersalah yang timbul ketika saya gagal dalam satu hubungan dengan orang lain. Saya mungkin merasa bersa­lah karena sesuatu yang telah saya katakan atau lakukan menyinggung orang lain. Ketiga, rasa bersalah saya bisa juga muncul karena mengetahui bahwa saya telah berdosa atau melanggar hukum Allah.

Saya menyebut tiga jenis rasa bersalah ini adalah rasa bersalah psikologis, rasa bersalah karena hubungan, dan rasa bersalah moral. Rasa bersalah psikologis ter-jadi ketika saya tidak memenuhi standar yang telah saya tentukan sendiri. Rasa ber­salah moral terjadi ketika saya melanggar kata hati dengan melanggar hukum Allah. Dosa membawa rasa bersalah.

Yesus adalah jawaban pada masing-masing dari ketiga jenis rasa bersalah ini. Dia adalah kesempurnaan kita. Ketika kita gagal memenuhi standar-standar yang tidak mungkin yang telah kita tentukan sendiri, kita percaya kepada-Nya. la ada­lah penghiburan ketika kita telah melukai orang lain dengan kata-kata dan tindakan kita. Kita minta Dia untuk memberikan kasih karunia agar kita bisa meminta pengam-punan. Ketika hati menyalahkan karena telah melanggar hukum Allah, kita bertekuk lutut mengaku dan bertobat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar